Skip to content

Freedom of Sharing on February

February 24, 2009

Introduction

Freedom of sharing atau yang biasa disingkat FreSh merupakan wadah perkumpulan yang menyatakan tidak mempunyai bentuk yang jelas. Namun meskipun demikian tidaklah organisasi ini tidak mempunyai tujuan. Dengan beragotakan sekitar 500 orang (saat ini) Fresh mengkooridasikan agenda2 yang diadakan setiap bulannya. Tujuan dari Fresh adalah sesuai dengan kepanjangannya yaitu berbagi (cerita, pengalaman dll) kepada semuanya, jadi angota bebas mengeluarkan sharingnya dalam pertemuan yang diadakan pada setiap bulannya.

What on February

Kemarin malam diadakan pertemuan yang sudah mencapai yang tujuh kalinya berhasil diadakan oleh Fresh dengan berlokasikan di gedung pertemuan salihara dengan pembicara yang menurut saya sangat fantastis antara lain: Pak Husni (Mark plus and co), Gunawan Muhammad (Pendiri Tempo), Budiono Darsono (pendiri detik), Wicaksono dan satu lagi saya tidak ingat namanya (mungkin Paman Tyo ya?). Pada pertemuan kali ini diambil tema ” Generasi Fresh, Bangsa Indonesia yang kreatif atau bangsa yang sewot?”

Generasi Z

Pembicara pertama (pak Husni) seorang profesional dari Markplus memberikan sharingnya yang cukup menarik mulai dari kekuatan kolaborasi sampai dengan generasi Z. ada yang menarik disini, Generasi Z. Apa artinya atau makna dari Generasi Z ini? Ternyata selidik punya selidik Generasi Z merupakan orang yang hidup (bukan yang lahir) dan menjadi bagian dari perkembangan Internet yang dimulai dari tahun 1998 (sebagai tonggak awal berkembangnya teknologi internet). Pada tahun ini juga banyak sekalai aplikasi dan service yang diberikan oleh internet seperti berdidrinya Google, Yahoo dll.

Pak Husni juga menjelaskan selain dampak positif yang diberikan internet antara lain: kemudahan mengakses informasi dll ternyata terdapat juga dark side of internet, antara lain: timbulnya screenezer (hanya berinteraksi dengan orang lain lewat screen komputer), violation (of information) dan juga menipisnya interaksi antar manusia (social life) dengan adanya social networking sites (semacam facebook).

Petuah Sang Legenda

Yang membuat saya sangat tertarik untuk datang sebenarnya adalah sosok pak Gunawan Mohammad. ada yang unik pada diri orang ini, cerdas (diusia yang relatif sudah tua), berwawasan sangat luas, mempunyai bayak pengalaman, humoris, berbudaya namum beliau juga tidak menutup diri dengan budaya luar. Bayangkan orang seumuran dia masih seneng maenan facebook, bahkan beliau mengatakan bahwa facebook merupakan tarekat al facebookiyah… :).

Sebagai informasi tambahan pak Gun ini merupakan seorang jurnalis yang juga pendiri majalah dan koran tempo, beliau juga seorang budayawan yang menelorkan buku-buku caping (catatan pinggir) gunung dan juga banyak membuat puisi.

Ada beberapa kata yang sangat menarik untuk di garisbawahi dalam sharing beliau mengenai mengapa tuhan menciptakan manusia ada yang menjadi terkenal dan ada juga yang tidak. Beliau memberikan contoh secara filosofis begini: Pohon yang berbunga bagus atau berbuah lebat pasti akan disenagi oleh orang, akan dengan sendirinya menarik orang atau lebah untuk datang mendekat dan tidak bosan. Inilah gambaran mengenai orang terkenal (baik itu sukses atau hanya terkenal). Namun coba tengoklah kebawaj pohon tersebut. disana terdapat akar yang kokoh yang menjaga pohon tersebut tetap berdiri kokoh membuat buah tetap terlindungi dari pohon, bunga tatap mekar tampa ada goncangan dll. Inilah filosofis orang yang tidak terkenal.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: