Skip to content

G-20, Malaikat Penolong atau Iblis Pencabut Nyawa?

April 7, 2009

The London Summit 2009

Beberapa waktu yang lalu telah terjadi pertemuan yang dilakukan di London oleh negara-negara yang tergabung dalam G-20. Perkumpulan ini beranggotakan Negara yang sudah maju seperti US, UK, German, Jepang serta Negara-negara yang masih berkembang seperti Indonesia dll. Agenda yang diusung dalam summit kali ini adalah Global Financial Crisis serta bagaimana menumbuhkan stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan lapangan pekerjaan agar mengurangi penganguran yang terus terjadi akibat Crisis Financial Global ini.

Dalam pertemuan tersebut terjadi juga kemarahan dari presiden Perancis Sarkozy yang didukung pula kanselir Jerman Angela Markel mengenai negara yang menganut Tax Haven seperti yang dianut dan dijalankan oleh singapura, Hongkong dan beberapa negara lainnya. Sarkozy juga menekankan agar para pemimpin dunia dapat mengatur dan mengawasi pasar agar tidak terjadi krisis yang serupa dengan yang dialami sekarang. Memang yang digemborkan oleh Sarkozy benar adanya, negara seperti Singapore sekarang ini mengalami depresi berat akibat Tax Haven yang dianutnya, para investor kalang kabut menyelamatkan liquiditasnya.

Kapitalisme Modern

Apakah kapitalisme itu akan mensejahterakan umat? Atau malah sebaliknya? Belakangan ini gerakan demonstrasi diseluruh penjuru dunia bergerak bersama untuk menolak kapitalisme yang meraka anggap hanya akan memberikan manfaat untuk negara-negara maju saja sedangkan untuk negara yang miskin akan semakin terpuruk. Kapitalisme modern yang mereka anggap merusak tatanan ekonomi dunia tersebut ter-representasikan oleh agen-agen mereka berupa oragasasi WTO (World Trade Organisation), IMF (International Monetary Fund) dan World Bank.

Kalau kita lihat kembali IMF dan World Bank yang mempunyai dana sangat besar untuk membantu negara-negara yang kesusahan ekonomi bermaksud baik dan memang seperti itulah seharusnya. Tapi dibalik itu IMF merupakan organisasi yang dimiliki oleh para anggota G-20, bahkan pada London Summit kali ini anggota G-20 siap memberikan dana 1.1 Trillion dollar Amerika untuk IMF dan World Bank. Jumlah yang sangat fantastis bukan? Dana tersebut nantinya akan di berikan berupa pinjaman kenegara-negara yang sedang kesusahan financial dengan diterapkan suku bunga tertentu dan terms tertentu pula. Sehingga negara-negara yang menyumbangkan dana ke IMF dan World Bank (sebagai commisioner) dapat masuk dalam sektor ekonomi negara terbantu tersebut melalui WTO serta mendapat keuntungan pula dari dana yang diinvestasikan ke IMF tersebut.

Kesenjangan Negara Kaya dan Negara Miskin

IMF, world bank dan WTO merupakan kombinasi yang sempurna dalam mejalankan kapitalisme dalam era modern seperti sekarang ini. Organisasi sangat rapi dan elegant. Jadi dapat dipastikan negara yang sudah kaya (atau sering disebut sebagai negara maju) akan semakin berjaya karena WTO-nya dan modal yang di investasikan di IMF, dan negara yang miskin, berhutang (ke IMF) akan semakin merana karena batasan-batasan yang diberikan oleh IMF serta pukulan kekuatan WTO.

Solusinya Bagaimana?

Nah ini menarik, bagaimana seharusnya ekonomi dunia akan adil untuk semua pihak dan akan membantu yang benar membutuhkan? Dan perlukah dibentuk kelompok G-20 atau tandingannya jika mereka sebenarnya hanya membatu para kapitalis menjalankan misi-nya?

Semoga ada capres atau cawapres yang mau dan mampu menjawabnya…

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: