Skip to content

Sajak Senja Ba’da Magrib

May 18, 2009
tags: ,

Sore hari selepas Maghrib menjelang Isya,
Kumerenung, kuberfikir, kumencari
Ada sesuatu yang kurang dari kehidupan ini
Terbersit sosok ayah yang jauh dipelosok sana…

Ku teringat nasehat yang selalu dan tak bosan di ucapkan untuk anaknya
Jangan lupakan sholat, baca Alquran, jangan sekali-kali lupakan sholatmu nak
Wajah tirus yang terbakar matahari, sosok yang renta namun terlihat sangat kokoh dimataku
Terbayang jelas dengan suara teduh yang tak bosan kudegarkan

Ada satu pesan yang terakhir ku dengarkan darinya
Carilah, temukanlah, suntinglah
Sebagai pelengkap serparuh Dienmu, kau sangat menghormati Nabimu kan?
Nabi yang memberi penerangan bagi seluruh umatnya.

[Monolog orang tua pada bujangnya]

Ayah Ibumu telah mempunyai pilihan jika ananda mau
Pilahan yang baik nasab, pendidikan dan bekal Diennya
Namun, pilhan terakhir ada padamu nak… ayah bundamu hanya manut
Karena dia yang akan menjadi pelengkapmu sampai akhir

Satu yang ayah bundamu minta, jangan menunda terlalu lama
Apalagi yang kau cari nak? Tak ada orang yang sempurna
Seperti yang pernah kami dongengkan padamu
Lekaslah… kami baru bisa senang jika ananda senang

Kita bicarakan lagi nanti pada bulan Syawal ketika engkau sowan ke ayah bundamu nak…

Depok, 17 Mei 2009

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: